Senin, 30 Desember 2013

PEJUANG LINGKUNGAN (melalui MCK Portable)

Visi dari Kelurahan Demaan tentang mewujudkan tata lingkungan yang asri dan nyaman telah hampir menginspirasi masyarakat Demaan terutama RW 4 Pesajen Demaan, dalam pembentukan KSM Barokah Lestari sebagai ujung tombak pelaksanaan Pembangunan PLP BK. Masyarakat kawasan pesisir yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai nelayan.

Salah satu program adalah Pembangunan MCK RW 4. MCK ini tertuang dalam Indikasi Program di RPLP Kelurahan Demaan Tahun 2010-2015. Dulunya kawasan pesajen ini merupakan daerah kumuh, diman hampir 60% warganya tidak mempunyai jamban pribadi (menurut hasil PS PLP BK tahun 2010). Karena adanya permasalahan inilah maka pembangunan fasilitas MCK dilakukan dan dituangkan dalam kitab perencanaan masyarakat demaan. Dengan didanai oleh BLM PLP BK dan swadaya Kas RT 1 RW 4.

Merubah pola pikir masyarakat merupakan tujuan dari perencanaan di Kelurahan Demaan, sehingga dengan itu semua dapat tercipta tata permukiman yang layak dan nyaman. Pembangunan MCK portable ini selain sebagai salah satu indikasi program juga merupakan keinginan masyarakat untuk menghilangkan jamban di pinggir pantai. Semangat dari KSM Barokah Lestari patut untuk dipuji, mereka memberikan yang terbaik bagi lingkungannya. Pengoptimalan sumber dana dan kemauan masyarakat menjadi modal dan senjata utama bagi mereka. Bapak Yhoni (45 tahun) selaku ketua dan semua anggota KSM mengkondisikan keadaan masyarakat dengan senantiasa teguh dalam pelaksanaan pembangunan. Berbagai pro dan kontra pun menyertai dalam proses pembangunan MCK ini. Proses yang memakan waktu selama ±3 bulan ini menjadi harapan warga agar mendapatkan kesehatan dan penghidupan yang layak. Dengan adanya MCK ini membantu mereka untuk tidak lagi membuang hajat di tepi pantai lagi yang dapat membahayakan mereka. MCK ini terdiri dari 3 toilet, tandon air, dan pos jaga.

Setelah pengerjaan selesai, dibentuklah kelompok pengelolaan MCK Portable yang diketuai oleh Ketua RT 1 RW 4, namun kelompok pengelolaan ini tetap berada dibawah bimbingan dari KSM Barokah Lestari. Dalam pengelolaan, terdapat penjaga yang bertugas untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan pengunjung. MCK ini bebas digunakan oleh siapa saja, tanpa terkecuali. Pengguna MCK ini hanya diminta uang perawatan sebesar lima ratus rupiah. Uang ini nantinya digunakan untuk membayar tenaga penjaga dan perawatan. Dalam 5 bulan terakhir ini setiap bulan MCK ini dapat menghasilkan ±Rp 250.000,00, memang bukan jumlah yang besar namun merupakan awal yang baik untuk merubah kebiasaan masyarakat dari membuang hajat di pantai menjadi di toliet.

Besar harapan dari KSM ini bahwa ini bukanlah kegiatan pengentasan kemiskinan yang terakhir, harapannya ini merupakan awal dari kegiatan perubahan pola pikir masyarakat RW 4, sehingga dapat menarik pihak ketiga untuk bekerja sama dengan mereka.
(Nurlaila Azizah, Fastek Tim 4 PNPM MP Kabupaten Jepara)




Continue Reading...

Pandan Arum Techno Park



Pandan Arum Techno Park
(Kawasan  Pertanian Terpadu berbasis Teknologi)



Mewujudkan desa suwawal timur menuju desa madani dengan pertanian terpadu berbasis teknologi yang berwawasan lingkungan dalam nuansa religius dan berbudaya  merupakan tujuan dari masyarakat Desa Suwawal Timur  dalam upaya memajukan perikehidupan seluruh warga desanya.  

Dengan bermodalkan tekat dan potensi kawasan yang memang tepat untuk mendukung pengembangan pertanian, maka dikerucutkanlah upaya masyarakat tersebut dalam pengembangan kawasan pertanian terpadu di tanah desa seluas 2 hektar sebagai kawasan percontohan. Pertanian terpadu dalam hal ini adalah pengintegrasian kegiatan pertanian, peternakan, perikanan dan industry pengolahan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dikelola oleh Paguyuban Masyarakat Pandan Arum Techno Park. 

Gayung bersambut. Kegiatan yang diinisiasi BKM Mandiri dan Gapoktan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Selain dari PNPM Mandiri Perkotaan melalui Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK), dukungan dari pemerintah daerah kabupaten maupun provinsi juga terus mengalir.  Bantuan berupa alat pengolahan bioetaol dan tepung tapioca serta reactor biogas dari Dinas ESDM Propinsi Jawa Tengah yang dipadukan dengan BLM PLPBK sebesar 1 M mampu mewujudkan embrio dari gagasan masyarakat tersebut.
Mulai awal Desember 2013, pabrik pengolahan tepung tapioca sudah beroperasi dan menghasilkan 3-4 ton tepung tapioca per harinya. Untuk sementara, kebutuhan bahan baku dengan volume 10 ton perhari dipenuhi dari ketela pohon yang ada di sekitar Desa Suwawal Timur dan tidak menutup kemungkinan di kemudian hari akan mendatangkan bahan baku dari luar desa secara besar-besaran.  Hasil pengolahan berupa tepung tapioca langsung ditampung oleh perusahaan besar yang mendistribusikan tepung tapioca ke pabrik-pabrik di seluruh Pulau Jawa.

Hasil samping dari pengolahan tepung tapioca berupa bungkil ketela dijadikan sebagai salah satu bahan makanan ternak sapi yang kandangnya berada satu kompleks di kawasan pertanian terpadu tersebut.  Meskipun saat ini jumlah sapi yang dipelihara masih terbatas, tetapi dengan adanya beberapa tawaran penyediaan sapi diharapkan dalam satu bulan mendatang kegiatan peternakan dapat berlangsung dengan optimal.  

Kotoran ternak yang terkumpul selain digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organic, selanjtnya juga digunakan sebagai bahan biogas yang nanti digunakan untuk penerangan di sekitar kawasan pertanian terpadu serta untuk memasak bagi pengelola kawasan.
Untuk kedepannya, pihak pengelola kawasan Pandan Arum Techno Park masih ingin mewujudkan gagasan sebagaimana yang tertuang dalam RPLP dan RTPLP yaitu memadukan kegiatan tersebit di atas dengan budidaya perikanan, usaha kuliner serta pemasaran hasil kerajinan local masyarakat Desa Suwawal Timur.  Sebuah usaha yang patut kita apresiasikan bersama.

(Eka Mariya Cahyadi, Askot Urban Planner PNPM MP Kabupaten Jepara)
Continue Reading...
 

PLPBK Kabupaten Jepara Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template