Senin, 30 Desember 2013

Pandan Arum Techno Park



Pandan Arum Techno Park
(Kawasan  Pertanian Terpadu berbasis Teknologi)



Mewujudkan desa suwawal timur menuju desa madani dengan pertanian terpadu berbasis teknologi yang berwawasan lingkungan dalam nuansa religius dan berbudaya  merupakan tujuan dari masyarakat Desa Suwawal Timur  dalam upaya memajukan perikehidupan seluruh warga desanya.  

Dengan bermodalkan tekat dan potensi kawasan yang memang tepat untuk mendukung pengembangan pertanian, maka dikerucutkanlah upaya masyarakat tersebut dalam pengembangan kawasan pertanian terpadu di tanah desa seluas 2 hektar sebagai kawasan percontohan. Pertanian terpadu dalam hal ini adalah pengintegrasian kegiatan pertanian, peternakan, perikanan dan industry pengolahan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dikelola oleh Paguyuban Masyarakat Pandan Arum Techno Park. 

Gayung bersambut. Kegiatan yang diinisiasi BKM Mandiri dan Gapoktan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Selain dari PNPM Mandiri Perkotaan melalui Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK), dukungan dari pemerintah daerah kabupaten maupun provinsi juga terus mengalir.  Bantuan berupa alat pengolahan bioetaol dan tepung tapioca serta reactor biogas dari Dinas ESDM Propinsi Jawa Tengah yang dipadukan dengan BLM PLPBK sebesar 1 M mampu mewujudkan embrio dari gagasan masyarakat tersebut.
Mulai awal Desember 2013, pabrik pengolahan tepung tapioca sudah beroperasi dan menghasilkan 3-4 ton tepung tapioca per harinya. Untuk sementara, kebutuhan bahan baku dengan volume 10 ton perhari dipenuhi dari ketela pohon yang ada di sekitar Desa Suwawal Timur dan tidak menutup kemungkinan di kemudian hari akan mendatangkan bahan baku dari luar desa secara besar-besaran.  Hasil pengolahan berupa tepung tapioca langsung ditampung oleh perusahaan besar yang mendistribusikan tepung tapioca ke pabrik-pabrik di seluruh Pulau Jawa.

Hasil samping dari pengolahan tepung tapioca berupa bungkil ketela dijadikan sebagai salah satu bahan makanan ternak sapi yang kandangnya berada satu kompleks di kawasan pertanian terpadu tersebut.  Meskipun saat ini jumlah sapi yang dipelihara masih terbatas, tetapi dengan adanya beberapa tawaran penyediaan sapi diharapkan dalam satu bulan mendatang kegiatan peternakan dapat berlangsung dengan optimal.  

Kotoran ternak yang terkumpul selain digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organic, selanjtnya juga digunakan sebagai bahan biogas yang nanti digunakan untuk penerangan di sekitar kawasan pertanian terpadu serta untuk memasak bagi pengelola kawasan.
Untuk kedepannya, pihak pengelola kawasan Pandan Arum Techno Park masih ingin mewujudkan gagasan sebagaimana yang tertuang dalam RPLP dan RTPLP yaitu memadukan kegiatan tersebit di atas dengan budidaya perikanan, usaha kuliner serta pemasaran hasil kerajinan local masyarakat Desa Suwawal Timur.  Sebuah usaha yang patut kita apresiasikan bersama.

(Eka Mariya Cahyadi, Askot Urban Planner PNPM MP Kabupaten Jepara)

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar maupun masukan untuk artikel ini

 

PLPBK Kabupaten Jepara Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template